Halvika Padma, sineas muda Sumatera Barat yang juga pendiri Komunitas Seni Nan Tumpah, merilis film terbarunya. Film yang bertajuk “2 Mei Dendam Rundung” ini dirilis di kanal Youtube-nya dan bercerita tentang seorang kakak yang membalas dendam kepada orang-orang yang telah merundung adiknya hingga meninggal pada tanggal 2 Mei yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Melalui film berdurasi 1 menit yang dipersiapkan untuk mengikuti Festival Short Film DOSS ini, Halvika Padma menyoroti persoalan perundungan yang masih marak terjadi di lingkungan pendidikan di Indonesia dan bagaimana dampak-dampak lanjutan yang dihasilkan dari perundungan tersebut. Salah satu yang disorot Halvika adalah bagaimana perundungan hanya menghasilkan dendam dan pada akhirnya membuat siklus melingkar terus menerus.
“2 Mei Dendam Rundung” adalah adalah film keenam yang telah disutradarai Halvika dan selesai diproduksi dan didistribusikan, sementara itu ada beberapa film lagi yang masih dalam tahap produksi. Bersama Komune Film, ini adalah film keempatnya. Halvika yang di film-film sebelumnya lebih banyak mengangkat tema sosial dan budaya Minangkabau, pada film kali ini menggarap sebuah film yang bergenre horor. “Pada film kali ini saya menggarap film dengan genre horor karena tuntutan tema festival yang saya ikuti. Selain itu, saya mengikuti festival ini juga sebagai ajang melatih kemampuan pengoperasian kamera dan pewarnaan, karena di film ini hal tersebut saya kerjakan sendiri,” ujarnya.
Tentang proses produksi film ini, Halvika menuturkan bahwa proses pengerjaan film ini memakan waktu sebulan jika dihitung dari praproduksi. Lebih lanjut ia mengatakan, “Yang paling memakan waktu dalam pengerjaan film ini adalah proses penggalian ide dan proses menjadikannya berdurasi satu menit; karena durasi maksimal pada festival yang saya ikuti ini adalah segitu. Setelah bongkar pasang, durasi film yang awalnya nyaris dua menit ini akhirnya bisa saya perpadat menjadi satu menit.”
Film ini diperankan oleh Aruna Puti Lindung sebagai Kakak Zulaikha Alila Raisya sebagai Lila/Adik, disutradarai oleh Halvika Padma yang berangkat dari ide cerita Aruna Puti Lindung dan Halvika Padma, serta diproduseri oleh Suci Ulandari. Sementara yang menggarap make up dan wardrobe adalah Hilda Kanaya.
Geliat perfilman ini di Sumatera Barat menunjukkan gelagat yang menarik. Menurut Halvika, akhir-akhir ini banyak bermunculan sineas dari Sumatera Barat. “Semenjak saya mulai berproses di film dari tahun 2018 telah terjadi penambahan jumlah komunitas dan sineas Sumatera Barat; baik yang muncul dari kampus atau pun di luar kampus seni/bidang film. Mereka banyak yang mendapatkan penghargaan di tingkat nasional maupun internasional. Ditambah lagi dengan maraknya program pendanaan film dari kementerian, Sumatera Barat tidak pernah alpa. Dalam pandangan saya, lebih kurang 3-5 tahun ke depan perkembangan film Sumatera Barat akan semakin meningkat. Kehadiran festival-festival film akan menjadi kunci.”
Halvika berharap jejaring komunitas film di Sumatera Barat cukup sehat. Saling suport antar komunitas terjalin harmonis. Namun perkembangan kreatifitas dan teknologi akan semakin kencang. “Saya berharap sineas-sineas sumatera barat tidak ketinggalan. Akan tetapi ide cerita yang baik adalah landasan utama yang harus tetap dipertahankan,” tutupnya.
Profil Ringkas Halvika Padma
Halvika Padma lahir dan besar di Padang, Sumatera Barat. Menamatkan pendidikan di INS Kayutanam dan Prodi Sastra Indonesia Universitas Andalas. Saat ini aktif bergiat di Komunitas Seni Nan Tumpah, Scene Sekolah Peran, dan komunitas film Komune. Beberapa karya filmnya pernah memenangkan festival dan kompetisi film, di antaranya: Film Pendek “Tanah Bako” menjadi salah satu film terbaik dalam TARAGAK Short Movie Competion dan ditayangkan di Singapore Writing Festival pada tahun 2020, Film Pendek “Tanah Bako” menjadi salah satu film terpilih untuk Layar Komunitas JAFF “Kinetik” 2020, Film Dokumenter Pendek “Zal Si Lelaki Di Atas Panta” terpilih sebagai film terbaik kedua di DOKUFES pada tahun 2021, Terpilih sebagai salah satu peserta penulisan skenario “Scene – Master Class Pengembangan Skenario Film dan OTT” pada tahun 2021, dan ide ceritanya pernah terpilih sebagai salah satu ide cerita terbaik dalam kompetisi ide cerita ACFFEST KPK pada tahun 2023.
Tonton film “2 Mei Dendam Rundung” di sini: 2 Mei Dendam Rundung.









