Komunitas Seni Nan Tumpah kembali membuka kesempatan kepada sekolah-sekolah yang ada di Sumatera Barat untuk menjadi sekolah tujuan Nan Tumpah Masuk Sekolah 2026. Nan Tumpah Masuk Sekolah dirancang sebagai sebuah program pementasan dan pelatihan seni pertunjukan yang dilakukan langsung di sekolah-sekolah menengah di Sumatera Barat. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan seni pertunjukan: teater, tari, dan musik kepada remaja, mengingat mayoritas dari mereka tidak memiliki pemahaman mendalam mengenai apa itu seni pertunjukan. Melalui program ini, Komunitas Seni Nan Tumpah ingin mengedukasi siswa tentang manfaat seni pertunjukan sebagai media ekspresi dan refleksi sosial. Seni pertunjukan memiliki peran yang lebih dari sekadar hiburan. Ia adalah ruang dialog antara seniman dan penonton, yang sering kali menyuarakan realitas kehidupan, kritik sosial, serta nilai-nilai kemanusiaan.
Program Nan Tumpah Masuk Sekolah bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara seni pertunjukan sebagai medium reflektif dengan minimnya pengetahuan dan pemahaman siswa dengan jalan mendatangi sekolah-sekolah dan memperkenalkan seni pertunjukan secara langsung kepada para siswa. Dengan membawa pementasan ke lingkungan sekolah, Komunitas Seni Nan Tumpah memberikan pengalaman langsung yang lebih mudah diakses dan dapat dinikmati oleh para siswa. Pendekatan ini juga diharapkan dapat membentuk penonton baru bagi seni pertunjukan di Sumatera Barat. Dengan seringnya pementasan di sekolah-sekolah, remaja yang sebelumnya tidak tertarik dengan seni pertunjukan bisa jadi tertarik dan mulai mengikuti pertunjukan-pertunjukan yang diselenggarakan di luar sekolah.
Program Nan Tumpah Masuk Sekolah telah berhasil menjangkau puluhan sekolah menengah di Sumatera Barat, termasuk sekolah-sekolah di kota-kabupaten seperti Padang, Padang Pariaman, Payakumbuh, Padang Panjang, Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kab. Solok, Pasaman Barat, dan Pasaman Timur.
KERANGKA ACUAN KERJA
LATAR BELAKANG
Kehidupan remaja hari ini berlangsung di tengah arus informasi yang sangat cepat. Media sosial tidak lagi sekadar ruang komunikasi, tetapi menjadi tempat dimana identitas dibentuk, ditampilkan, dan terus diperbarui. Remaja tidak hanya mengonsumsi konten, tetapi juga memproduksi citra diri dengan unggahan foto , video, dan cerita singkat melalui interaksi yang serba instan.
Dalam situasi seperti itu, makna seringkali hadir secara sekilas: cepat, terpotong, dan mudah berganti. Interaksi menjadi ringkas dan kedekatan sering kali dimediasi oleh layar. Realitas dan tampilan layar kadang sulit dibedakan, karena apa yang terlihat belum tentu sepenuhnya apa yang dialaminya.
Di tengah kondisi tersebut, remaja hari ini membutuhkan satu ruang yang memungkinkan mereka dapat merasakan pengalaman secara utuh, tidak hanya melihat, tetapi hadir; tidak hanya merespon, tetapi mengalaminya secara langsung. Di sinilah peran seni pertunjukan menjadi menarik untuk ditilik. Ia bukan semata sebagai bentuk seni, tetapi juga sebagai ruang alternatif yang mampu menghadirkan kembali pengalaman yang reflektif dan menyeluruh.
Baik melalui teater, tari, musik, maupun bentuk pertunjukan lainnya, seni pertunjukan menawarkan pengalaman yang terjadi secara langsung, tidak bisa diulang, dan tidak bisa diedit. Ia menghadirkan peristiwa yang secara langsung melibatkan tubuh, emosi, ruang, dan waktu secara bersamaan.
Berbeda dengan dunia digital yang serba tersaring dan dapat dikontrol, seni pertunjukan justru membuka ruang bagi spontanitas dan ketidaksempurnaan. Kesalahan, keraguan, bahkan keheningan menjadi bagian dari pengalaman yang bermakna. Di sinilah letak kekuatannya, ia dapat menghadirkan manusia secara apa adanya.
Keterlibatan remaja dalam seni pertunjukan bukan hanya soal tampil, tetapi juga tentang proses memahami diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar. Ketika mereka berperan, bergerak, atau berinteraksi di atas panggung, mereka tidak hanya memainkan peran secara individu, tetapi juga akan belajar merasakan, merespons, membangun empati, dan bekerjasama dengan banyak orang dan lingkungan sekitarnya.
Proses seperti ini bisa menjadikan seni pertunjukan sebagai ruang belajar yang hidup, tempat remaja dapat mengalami kebersamaan, menghadapi tantangan, serta memahami emosi secara lebih dalam. Sebuah ruang yang tidak menuntut kesempurnaan, tetapi memberi kesempatan bagi mereka untuk tumbuh.
Di tengah derasnya arus digital yang serba cepat dan instan ini, seni pertunjukan dapat menawarkan jeda, ruang untuk bernapas, merasakan, dan hadir secara penuh. Bukan untuk menyaingi teknologi, tetapi untuk melengkapi dengan pengalaman yang lebih utuh dan bermakna.
Dengan demikian, seni pertunjukan menjadi penting untuk dihadirkan sebagai medium yang mendukung perkembangan remaja hari ini. Ia membuka kemungkinan bagi lahirnya generasi yang tidak hanya terampil dalam menampilkan diri, tetapi juga mampu memahami, merasakan, dan terhubung secara lebih dalam dengan kehidupan yang ada di sekitarnya.
NAN TUMPAH MASUK SEKOLAH: SEBUAH AJAKAN
NAN TUMPAH MASUK SEKOLAH dirancang sebagai sebuah program pementasan dan pelatihan seni pertunjukan yang dilakukan langsung di sekolah-sekolah menengah di Sumatera Barat. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan seni pertunjukan kepada remaja, mengingat mayoritas dari mereka tidak memiliki pemahaman mendalam mengenai apa itu seni pertunjukan. Melalui program ini, Komunitas Seni Nan Tumpah ingin mengedukasi siswa tentang manfaat seni pertunjukan sebagai media ekspresi dan refleksi sosial. Seni pertunjukan memiliki peran yang lebih dari sekadar hiburan. Ia adalah ruang dialog antara seniman dan penonton, yang sering kali menyuarakan realitas kehidupan, kritik sosial, serta nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan memperkenalkan remaja kepada seni pertunjukan, Komunitas Seni Nan Tumpah berharap para siswa tidak hanya dapat menikmati pertunjukan, tetapi juga dapat memetik pesan pesan reflektif yang disampaikan melalui karya-karya tersebut.
Program Nan Tumpah Masuk Sekolah bertujuan untuk menjembatani kesenjangan ini dengan mendatangi sekolah-sekolah dan memperkenalkan seni pertunjukan secara langsung kepada para siswa. Dengan membawa pementasan ke lingkungan sekolah, Komunitas Seni Nan Tumpah memberikan pengalaman langsung yang lebih mudah diakses dan dapat dinikmati oleh para siswa. Pendekatan ini juga diharapkan dapat membentuk penonton baru bagi seni pertunjukan di Sumatera Barat. Dengan seringnya pementasan di sekolah-sekolah, remaja yang sebelumnya tidak tertarik dengan seni pertunjukan bisa jadi tertarik dan mulai mengikuti pertunjukan-pertunjukan yang diselenggarakan di luar sekolah.
Proses pembentukan penonton baru ini penting untuk kelangsungan seni pertunjukan di masa depan. Ketika generasi muda sudah terbiasa dengan seni pertunjukan, mereka akan lebih mudah merangkul seni pertunjukan sebagai bagian dari kehidupan budaya mereka. Program ini tidak hanya bertujuan untuk membangun minat terhadap seni pertunjukan, tetapi juga memiliki dampak sosial yang lebih luas. Seni pertunjukan adalah medium yang sangat efektif untuk mengajarkan empati, keterampilan komunikasi, dan kerjasama. Ketika siswa terlibat dalam sebuah pementasan , baik sebagai penonton maupun sebagai partisipan dalam pelatihan, mereka belajar untuk memahami sudut pandang orang lain, berkolaborasi dengan orang lain, dan mengartikulasikan ide-ide mereka dengan lebih baik.
Selain itu, seni pertunjukan juga dapat membantu membangun kepercayaan diri. Ketika siswa tampil di panggung, mereka belajar untuk berbicara di depan umum, mengatasi rasa gugup, dan menyampaikan pesan dengan cara yang jelas dan meyakinkan. Keterampilan-keterampilan ini sangat berguna bagi kehidupan mereka di masa depan, baik dalam dunia profesional maupun dalam kehidupan sehari-hari. Program Nan Tumpah Masuk Sekolah telah berhasil menjangkau puluhan sekolah menengah di Sumatera Barat, termasuk sekolah-sekolah di kota-kota seperti Padang, Padang Pariaman, Payakumbuh, Padang Panjang, Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kab. Solok, Pasaman Barat, dan Pasaman Timur. Beberapa sekolah yang terlibat antara lain SMP N Pertiwi 1 Padang, SMA N 2 Padang, SMA N 3 Padang, SMA N 7 Padang, SMA Pertiwi 1 Padang, SMA Ekasakti Padang, SMA Adabiah 2 Padang, SMK N 1 Sumatera Barat, SMA N 1 Batang Anai Padang Pariaman, SMA N 2 Batang Anai Padang Pariaman, SMA N 1 Lubuk Alung Padang Pariaman, SMA N 1 2×11 Kayu Tanam Padang Pariaman, SMA N 2 Lubuk Alung Padang Pariaman, SMA Plus INS Kayutanam Padang Pariaman, SMA/SMK YDB Lubuk Alung Padang Pariaman, SMKN 1 Enam Lingkung Padang Pariaman, SMA N 1 Payakumbuh, SMA N 2 Payakumbuh, SMA N 4 Payakumbuh, SMA N 1 Padang Panjang, SMA N 3 Padang Panjang, MA KMM Kauman Padang Panjang, SMA N 1 Pariaman, SMA N 2 Pariaman, SMK N 3 Pariaman, SMA N 3 Padang, SMA N 4 Padang, SMA N 1 Siberut Selatan, Kep. Mentawai, SMA Lentera Mentawai, SLTP N 1 Siberut Selatan, Kep. Mentawai, dan SMKN 2 Kep. Mentawai, SMK N 1 Ranah Pesisir, SMA N 1 Ranah Pesisir, SMA N 9 Padang, SMK N 3 Padang, SMA S Al Istiqomah Pasaman Barat, SMA N 1 Lubuk Sikaping, SMA N 2 Lubuk Sikaping, SMA N 2 Gunung Talang, SMK N 4 Sijunjung, SMA N 2 Sijunjung, SMA N 1 V Koto Timur, SMA N 6 Pariaman, dan SMK Penerbangan Nusantara Batang Anai.
Dengan cakupan yang luas, program ini memiliki potensi besar untuk mengubah pandangan remaja terhadap seni pertunjukan. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa mendekatkan seni kepada anak-anak muda adalah salah satu cara efektif untuk membangun minat dan apresiasi mereka terhadap kesenian. Ketika seni pertunjukan dibawa langsung ke sekolah-sekolah, para siswa memiliki kesempatan untuk mengenal seni ini lebih dekat, serta mendapatkan pengalaman yang sebelumnya mungkin tidak mereka miliki. Program Nan Tumpah Masuk Sekolah merupakan langkah penting dalam menghidupkan kembali seni pertunjukan di kalangan generasi muda.
Melalui pementasan dan pelatihan langsung di sekolah-sekolah, program ini berhasil membangun minat baru terhadap seni pertunjukan, membentuk penonton-penonton baru, serta memberikan dampak sosial dan edukatif yang positif. Di tengah arus modernisasi dan dominasi hiburan digital, program ini menjadi contoh nyata bagaimana seni pertunjukan dapat dihidupkan dengan cara yang relevan dan inovatif.
TUJUAN
Tujuan pelaksanaan Nan Tumpah Masuk Sekolah adalah sebagai berikut:
- Memperkenalkan seni pertunjukan (teater, tari, musik) kepada remaja,,
- Membangun minat dan apresiasi terhadap seni pertunjukan,
- Membentuk iklim penonton baru,
- Mengembangkan wawasan dan keterampilan sosial,
- Meningkatkan akses terhadap seni budaya,
- Menghidupkan kembali seni pertunjukan di kalangan muda, dan
- Mempertahankan dan melestarikan seni pertunjukan.
DAMPAK
Dampak yang diharapkan dari pelaksanaan Nan Tumpah Masuk Sekolah adalah sebagai berikut:
- Meningkatnya kesadaran dan apresiasi terhadap seni seni pertunjukan,
- Terciptanya generasi penonton baru,
- Pengembangan keterampilan sosial remaja,
- Peningkatan kepercayaan diri,
- Membangun pemahaman tentang realitas sosial dan moral
- Perluasan akses terhadap seni dan budaya,
- Melestarikan seni pertunjukan di kalangan generasi muda,
- Menstimulasi kreativitas dan imajinasi, dan
- Meningkatkan hubungan sosial antar siswa.
BENTUK KEGIATAN
Bentuk kegiatan Nan Tumpah Masuk Sekolah 2026 adalah pertunjukan dan pelatihan seni pertunjukan.
MATERI PELATIHAN
Materi-materi yang akan diberikan dalam pelatihan Nan Tumpah Masuk Sekolah 2025 adalah sebagai berikut:
- Dasar-dasar Pemeranan
- Dasar-dasar Koreografi
- Dasar-dasar Penciptaan Plot Pertunjukan
- Dasar-dasar Penciptaan Musik Ilustrasi Pertunjukan
- Dasar-dasar Skenografi
BIAYA YANG DIBUTUHKAN
TIDAK DIPUNGUT BIAYA. Sekolah yang Komunitas Seni Nan Tumpah kunjungi dalam program ini tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun yang berkaitan dengan pelaksanaan program ini.
LINI MASA KEGIATAN

SYARAT DAN KETENTUAN
- Nan Tumpah Masuk Sekolah (NTMS) adalah program pementasan dan pelatihan dasar-dasar seni pertunjukan yang diselenggarakan oleh Komunitas Seni Nan Tumpah di sekolah-sekolah menengah di Sumatera Barat secara luring.
- Program ini ditujukan untuk Sekolah Menengah Atas yang berdomisili di Provinsi Sumatera Barat
- Sekolah pendaftar mendapat dukungan resmi dari pihak struktural sekolah
- Sekolah bersedia mengikuti proses seleksi yang dilakukan Komunitas Seni Nan Tumpah.
- Sekolah yang terpilih bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Komunitas Seni Nan Tumpah.
- Sekolah bersedia menunjuk satu orang guru pendamping sebagai penanggung jawab selama program berlangsung.
- Sekolah bersedia menyediakan aula atau lapangan atau ruangan untuk penyelenggaraan pementasan dan pelatihan Nan Tumpah Masuk Sekolah
- Sekolah terpilih bersedia menyediakan waktu bagi siswa-siswa di sekolah yang bersangkutan pada penyelenggaraan pementasan dan pelatihan Nan Tumpah Masuk Sekolah 2026
- Sekolah bersedia mengutus 20 (dua puluh) orang siswa untuk mengikuti pelatihan seni yang diselenggarakan oleh Komunitas Seni Nan Tumpah
- Program ini tidak memungut biaya apapun.
- Dengan mendaftar, pihak sekolah dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui seluruh syarat dan ketentuan yang berlaku.
FORMULIR PENDAFTARAN
Untuk melakukan pendaftaran, silakan isi formulir di tautan berikut: Formulir Pendaftaran Sekolah Kunjungan Nan Tumpah Masuk Sekolah 2026.
NARAHUBUNG
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: 0822-4754-1132 (Fajry Chaniago)








