Selama 7 hari, Komunitas Seni Nan Tumpah menyelenggarakan program Nan Tumpah Masuk Sekolah (NTMS) 2026 di sejumlah sekolah di Sumatera Barat. Program yang telah digelar sejak 2011 ini mencakup pertunjukan, pelatihan, percakapan, dan praktik langsung mengenai proses penciptaan seni.
Tahun ini, NTMS 2026 berlangsung pada 31 Juli–8 Agustus 2026 dan menyambangi 8 sekolah: SMA N 1 dan SMA N 2 Batang Anai, MAN 4 Agam, MAN 1 Agam, SMA N 1 Danau Kembar, SMA N 1 Kubung, SMA N 1 Lembang Jaya, dan SMA N 1 Gunung Talang. Format kegiatan terdiri atas pertunjukan, pelatihan, dan praktik penciptaan yang dilakukan oleh siswa.
Ketua KSNT, Mahatma Muhammad, menyebut NTMS sebagai upaya agar kegiatan seni tidak berhenti di ruang komunitas. Menurutnya, program ini memberi kesempatan kepada siswa untuk mengalami secara langsung proses mengembangkan ide menjadi pertunjukan. Proses tersebut mencakup kerja sama dan keterlibatan siswa dalam penciptaan karya.
Berikut rangkuman perjalanan NTMS 2026 di tiap sekolah:
1. Pembuka di Sekretariat KSNT: SMAN 1 dan 2 Batang Anai, Padang Pariaman – 31 Juli 2026
Ruangtemu, Sekretariat KSNT di Padang Pariaman, menjadi lokasi awal kegiatan. Sebanyak 20 siswa dari SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Batang Anai berkumpul sejak pukul 08.00 WIB. Kegiatan hari itu terdiri atas dua sesi, yaitu sesi pelatihan dan sesi pertunjukan. Kegiatan diawali kata pengantar oleh Ketua KSNT, Mahatma Muhammad.
Sesi pagi diisi pelatihan dasar oleh lima mentor KSNT. Desvy Sagita membawakan materi Dasar-Dasar Koreografi, Fajry Chaniago Dasar-Dasar Pemeranan, Tenku Raja Ilustrasi Musik dan Musikalisasi Puisi, Karta Kusumah Dasar-Dasar Penulisan Naskah, dan Mahatma Muhammad Dasar-Dasar Penyutradaraan. Materi disampaikan dengan contoh dan latihan yang dapat langsung diterapkan oleh peserta.
Pukul 10.30 WIB, peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Dengan tema fabel sebagai pemantik, mereka diberi waktu kurang lebih dua jam untuk membuat naskah, membagi peran, dan berlatih. Masing-masing kelompok kemudian mempresentasikan karya berdurasi 7–10 menit.
Sesi pertunjukan dimulai pukul 15.00 WIB. KSNT membuka sesi dengan musikalisasi puisi “Lembah Anai” dan “Matahari” oleh Desi Fitriana dan Tenku Raja. Selanjutnya, siswa SMAN 2 Batang Anai menampilkan “Percakapan Selat” dan “Anak Laut”. Sesi ditutup dengan teater “Selamat Hari Profesi” karya Karta Kusumah, yang disutradarai Desi Fitriana dan Desvy Sagita. Kegiatan berakhir pukul 17.00 WIB dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama.
2. MAN 4 Agam: “Tambua Kreasi” dan Kampanye “Harimau adalah Minang” – 3 Agustus 2026 Pagi
Rombongan KSNT bertolak ke Agam sehari sebelumnya. Di MAN 4 Agam, kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dan dihadiri warga sekolah. Kepala MAN 4 Agam, Ilham Mizona, S.Pd., menyatakan dukungannya terhadap program ini.
“Kami sangat mengapresiasi program NTMS dan Komunitas Seni Nan Tumpah ini. Siswa kami jadi punya pengalaman langsung melihat dan mencoba proses berkesenian,” ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan seni pertunjukan. Penampilan pertama berupa musikalisasi puisi dari Komunitas Seni Nan Tumpah yang dibawakan oleh Desi Fitriana dan Tenku Raja. Penampilan tersebut menjadi bagian dari pengenalan karya seni KSNT kepada warga sekolah sekaligus membuka rangkaian pertunjukan.
Selanjutnya, terdapat sesi Kampanye Harimau Adalah Minang. Harimau Adalah Minang merupakan program kampanye kolaboratif yang mengajak masyarakat untuk kembali terhubung dengan budaya, pengetahuan lokal, serta upaya menjaga Harimau Sumatera dan habitatnya. Program ini diinisiasi bersama oleh Sumatera Wild Adventure, Kelompok Silotigo, dan Komunitas Seni Nan Tumpah.
Kemudian, siswa MAN 4 Agam menampilkan dua karya dari kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Pertunjukan pertama adalah “Tambua Kreasi”, yang dibawakan oleh 10 siswa MAN 4 Agam. Karya ini merupakan pengembangan kesenian tradisional tambua Minangkabau dengan sentuhan kreativitas generasi muda.
Pertunjukan ekstrakurikuler berikutnya adalah “Tari Malamang”, sebuah karya yang diciptakan oleh Ibu Fitriah Azizah dan dibawakan oleh 10 penari. Karya ini terinspirasi dari tradisi masyarakat Minangkabau dalam membuat lemang atau lamang, yaitu makanan khas berbahan beras ketan (sipuluik) yang dimasak di dalam buluh atau bambu.
Rangkaian pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan penampilan teater dari Komunitas Seni Nan Tumpah berjudul “Selamat Hari Profesi”. Naskah ditulis oleh Karta Kusumah dan disutradarai oleh Desi Fitriana dan Desvy Sagita. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari sesi apresiasi sekaligus pengenalan karya teater KSNT kepada warga MAN 4 Agam.
Kegiatan berakhir pukul 10.30 WIB dengan foto bersama, penyerahan sertifikat, dan modul NTMS 2026 “Belajar Ribut yang Ada Gunanya”.
3. MA N 1 Agam – 3 Agustus 2026 Siang
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di MAN 4 Agam, rombongan Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) melanjutkan perjalanan menuju MAN 1 Agam. Perjalanan dari MAN 4 Agam menuju MAN 1 Agam ditempuh sekitar 15 menit. Acara dimulai pukul 10.50 WIB dan dibuka oleh Mahatma Muhammad bersama Kepala MAN 1 Agam, Zulfahmi, M.S.Pd.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penampilan musikalisasi puisi dari Komunitas Seni Nan Tumpah yang membawakan dua karya berjudul “Lembah Anai” dan “Matahari”.
Setelah itu, dilakukan pemaparan kolaborasi antara Komunitas Seni Nan Tumpah dan Sumatera Wild Adventure dengan tajuk “Harimau adalah Minang”. Pemaparan disampaikan oleh perwakilan Sumatera Wild Adventure, Fani. Sesi ini menjadi bagian dari pengenalan gagasan kolaborasi yang menghubungkan seni, budaya, lingkungan, dan identitas Minangkabau kepada warga sekolah.
Kegiatan selanjutnya diisi dengan penampilan ekstrakurikuler sekolah berjudul Tari Bagurau yang dibawakan oleh enam penari. Penampilan tersebut menjadi bagian dari kegiatan seni yang berlangsung di lingkungan MAN 1 Agam.
Saat teater “Selamat Hari Profesi” berlangsung, hujan deras mengguyur. Pementasan sempat berhenti sejenak, kemudian dilanjutkan. Kegiatan selesai pukul 12.30 WIB.
4. Pelatihan Gabungan MAN 4 & MAN 1 Agam – 4 Agustus 2026
Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) menggelar Pelatihan Dasar-Dasar Seni Pertunjukan di Aula MAN 4 Agam, Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti 40 siswa, terdiri atas 20 siswa dari MAN 4 Agam dan 20 siswa dari MAN 1 Agam.
Pelatihan dimulai pukul 08.15 WIB dengan kata pengantar dari Ketua KSNT, Mahatma Muhammad. Selanjutnya, para mentor dari KSNT menyampaikan materi dasar-dasar seni pertunjukan. Setelah pemaparan materi, peserta dibagi menjadi empat kelompok yang masing-masing beranggotakan 10 orang. Peserta kemudian mengikuti latihan untuk menciptakan pertunjukan sederhana.
Dukungan juga disampaikan oleh guru pendamping. Bu Nelda dari MAN 1 Agam menilai kegiatan ini membuat siswa lebih aktif dan menggali potensi diri. Menurutnya, beberapa siswa awalnya masih malu, tetapi setelah masuk ke dalam kelompok mereka menjadi lebih bersemangat.
“Semoga NTMS bisa hadir setiap tahun,” ujarnya.
Bu Fitri dari MAN 4 Agam mengatakan program ini membuka peluang bagi pengembangan kegiatan ekstrakurikuler seni di sekolahnya yang sebelumnya belum mendapat banyak perhatian.
“Ini pengetahuan baru yang bisa kami kembangkan. Langkah awal yang baik untuk menghidupkan kembali kegiatan seni di MAN 4 Agam,” katanya.
Pelatihan ditutup dengan penampilan hasil latihan tiap kelompok dan pembagian sertifikat kepada peserta. Kegiatan selesai pukul 15.30 WIB.
5. SMA N 1 Danau Kembar: “Galur Bagurau Smansa Danker” – 5 Agustus 2026
Di SMAN 1 Danau Kembar, kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB di lapangan sekolah. Kepala Sekolah, Zufukri, S.Ag., membuka acara.
Pertunjukan pertama adalah musikalisasi puisi dari Komunitas Seni Nan Tumpah yang dibawakan oleh Desi Fitriana dan Tenku Raja. Penampilan tersebut menjadi pembuka rangkaian pertunjukan dan menjadi bagian dari pengenalan karya seni komunitas kepada warga sekolah.
Rangkaian pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan penampilan ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Danau Kembar berjudul “Galur Bagurau Smansa Danker”. Karya ini merupakan hasil kerja bersama antara guru dan siswa SMA Negeri 1 Danau Kembar yang menggabungkan beberapa bentuk seni tradisi dan kreasi daerah, yaitu Talempong Pacik lagu “Kubu Rajo”, Silat Minang aliran Rimau Campo, dan Tari Kreasi “Bagurau” yang dibawakan oleh 11 siswa.
Sesi pelatihan diikuti 21 siswa mulai pukul 11.00 WIB. Setelah materi, mereka dibagi menjadi tiga kelompok dan diminta mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan, seperti aktivitas di danau, pedagang pasar, hingga petani. Hasil latihan dipresentasikan pukul 15.30 WIB, kemudian kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat.
6. SMA N 1 Kubung – 6 Agustus 2026
SMA N 1 Kubung menjadi lokasi kegiatan KSNT berikutnya. Wakil Kepala SMAN 1 Kubung Bidang Kurikulum, Suci Aurora, S.Si., M.Pd., mewakili kepala sekolah yang berhalangan hadir.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada KSNT yang telah memilih dan mengikutsertakan sekolah kami dalam program yang sangat bermanfaat ini. Harapannya, siswa-siswa SMAN 1 Kubung dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari program NTMS ini,” ungkapnya.
Rangkaian pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari kegiatan ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Kubung. Pihak sekolah menampilkan tiga pertunjukan, yaitu Tari Kurenah, Teater Musikal, dan Fashion Show yang diiringi Ansambel Musik. Selain tiga pertunjukan tersebut, pihak SMA Negeri 1 Kubung juga menampilkan beberapa pertunjukan tambahan dalam rangkaian penyambutan Komunitas Seni Nan Tumpah dan pelaksanaan program NTMS 2026.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan teater dari Komunitas Seni Nan Tumpah berjudul “Selamat Hari Profesi”. Dalam pementasan tersebut, para aktor sesekali melibatkan siswa sebagai bagian dari adegan. Interaksi tersebut menjadi bagian dari pementasan dan melibatkan siswa dalam adegan yang berlangsung.
Acara ditutup pukul 11.30 WIB dengan penyerahan modul dan sertifikat.
7. SMA N 1 Lembang Jaya: Tari Kontemporer “Patah Baginjai” – 7 Agustus 2026 Pagi
Kegiatan di SMAN 1 Lembang Jaya dimulai pukul 08.30 WIB dan disambut oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Surahmad, M.Pd.
“Saya sebelumnya tidak begitu mengetahui tentang program NTMS ini, tapi setelah mencari tahu lebih lanjut ternyata kegiatan ini sangat bermanfaat besar bagi keberlangsungan ekstrakurikuler seni di sekolah. Saya memberikan dukungan penuh untuk terlaksananya kegiatan ini,” kata Surahmad, M.Pd.
Setelah dibuka oleh Ketua KSNT, Mahatma Muhammad, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan musikalisasi puisi dari Komunitas Seni Nan Tumpah. Penampilan dibawakan oleh Desi Fitriana dan Tenku Raja dengan membawakan dua karya berjudul “Lembah Anai” dan “Matahari”.
Selanjutnya, kegiatan diisi penampilan ekstrakurikuler sekolah berupa karya tari “Patah Baginjai”. Karya tari kontemporer ini merepresentasikan pergulatan batin dan eksplorasi psikologis seseorang yang berada dalam kondisi tekanan, depresi, dan stres berat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan teater dari Komunitas Seni Nan Tumpah berjudul “Selamat Hari Profesi”. Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat serta buku modul NTMS 2026 “Belajar Ribut Yang Ada Gunanya”.
8. SMA N 1 Gunung Talang: Bertahan di Tengah Cuaca Terik – 7 Agustus 2026 Siang
Masih pada hari yang sama, kegiatan berlanjut ke Gunung Talang. Rombongan tiba pukul 10.40 WIB, sementara acara dimulai pukul 11.00 WIB dan dibuka oleh Kepala Sekolah, Martin, S.Pd., M.Pd.
Musikalisasi puisi oleh Tenku Raja dan Desi Fitriana serta teater “Selamat Hari Profesi!” dari KSNT kembali dibawakan. Usai pementasan teater, dilakukan sesi foto bersama yang melibatkan rombongan KSNT, pihak sekolah, guru, serta siswa yang hadir.
Setelah sesi dokumentasi, panggung pertunjukan beralih kepada siswa SMA Negeri 1 Gunung Talang melalui penampilan ekstrakurikuler Tari Riang Kaladang yang dibawakan oleh lima penari perempuan. Karya tari ini mengangkat kehidupan remaja yang beraktivitas di ladang. Pertunjukan menggunakan properti tuduang serta iringan musik Minangkabau yang telah dikreasikan. Penampilan didukung tata busana dan rias yang disesuaikan dengan kebutuhan pertunjukan.
Selanjutnya dilakukan penyerahan sertifikat dan buku modul NTMS 2026 dari Komunitas Seni Nan Tumpah kepada SMA Negeri 1 Gunung Talang. Sertifikat dan modul diterima langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Gunung Talang, Martin, S.Pd., M.Pd.
9. Penutup: Pelatihan Gabungan 3 Sekolah – 8 Agustus 2026
Hari terakhir diisi dengan pelatihan gabungan. Sebanyak 60 siswa dari SMA N 1 Kubung, SMA N 1 Lembang Jaya, dan SMA N 1 Gunung Talang berkumpul di aula SMA N 1 Lembang Jaya sejak pukul 08.15 WIB.
Pemaparan materi dasar-dasar seni pertunjukan dimulai dengan materi Dasar-Dasar Penyutradaraan oleh Mahatma Muhammad. Materi kemudian dilanjutkan dengan Dasar-Dasar Koreografi, Dasar-Dasar Pemeranan, Musikalisasi Puisi dan Ilustrasi Musik, serta Dasar-Dasar Penulisan Naskah yang disampaikan oleh para mentor.
Materi disampaikan dengan pendekatan yang diarahkan pada kebutuhan praktik. Peserta tidak hanya menerima pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai penerapannya dalam proses penciptaan karya.
Setelah materi dasar dari para mentor, peserta dibagi menjadi enam kelompok secara acak dengan anggota dari sekolah yang berbeda. Selama hampir empat jam, mereka membuat pertunjukan berdurasi 7–10 menit. Ide yang diangkat antara lain dinamika kelas, pergaulan remaja, hingga persoalan masyarakat.
Pukul 15.30 WIB, keenam kelompok tampil secara bergantian. Urutan penampilan ditentukan dengan hompimpa. Dalam penampilan tersebut, peserta menerapkan materi yang telah diberikan, antara lain dalam membangun cerita, membagi peran, serta mengolah gerak dan musik.
Kegiatan ditutup pukul 16.00 WIB dengan pembagian sertifikat dan foto bersama. Cuaca pada saat kegiatan berlangsung cerah.
Dengan berakhirnya pelatihan gabungan ini, NTMS 2026 selesai dilaksanakan. KSNT kemudian bertolak kembali ke Sekretariat di Padang Pariaman.
“NTMS bukan cuma datang, pentas, lalu pulang. Tapi bagaimana siswa berani mencoba, gagal, lalu berani tampil lagi. Itu bekal yang tidak ada di buku,” tutup Mahatma.








