Nan Tumpah Masuk Sekolah 2023 Diadakan di SMA N 3 Padang

Nan
Tumpah Masuk Sekolah 2023 Diadakan

di SMA N 3 Padang


Setelah
sempat terhenti selama 3 (tiga) tahun akibat Pandemi Covid-19. Tahun
ini, Nan Tumpah Masuk Sekolah (NTMS) siap kembali mengunjungi Sekolah
Menengah Atas (atau sederajat) yang ada di Sumatera Barat.
Sebelumnya Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) telah membuka pendaftaran
secara daring (online) dan luring (offline) bagi sekolah tujuan
program Nan Tumpah Masuk Sekolah (NTMS) pada tanggal 30 Maret – 11
April 2023. hasilnya, KSNT telah menerima 18 pendaftar perwakilan
dari sekolah menengah yang ada di daerah prioritas penyelenggaraan
NTMS 2023 (Pasaman, Pasaman Barat, Tanah Datar, Bukittinggi) serta 15
sekolah menengah di Sumatera Barat di luar keempat Kabupaten/Kota
prioritas tersebut.

Namun,
karena menimbang beberapa kendala terkait teknis penyelenggaraan
membuat KSNT tidak bisa menyelenggarakan NTMS 2023 di luar Kota
Padang, KSNT memutuskan untuk menyelenggarakan di SMA N 3 Padang.

Pada
penyelenggaraan NTMS tahun ini, KSNT akan menyelenggarakan
pertunjukan teater yang berjudul
CTLR+C,
CTRL+V
,
yang disutradarai oleh Fajry Chaniago
berdasarkan
naskah lakon yang ditulis oleh Yunisa Dwiranda, serta pelatihan seni
pertunjukan pada tanggal 5 Agustus 2023.

CTRL+C,
CTRL+V, s
ebelumnya,
sudah pernah dipentaskan pada Festival Teater Museum, 22 Juli 2023,
di Museum Adityawarman Provinsi Sumatera Barat. Untuk pertunjukan
kali ini, Fajry selaku sutradara menuturkan bahwa pertunjukan
Ctrl+c,
Ctrl+v
yang
akan dipentaskan di SMA N 3 Padang tidak akan jauh berbeda dengan
pertunjukan yang dilaksakan di Museum Adityawarman.

“Pertunjukan
ini memang disiapkan untuk program tahunan KSNT, Nan Tumpah Masuk
Sekolah 2023. Namun, karna mempertimbangkan beberapa hal terkait
teknis,
CTRL+C,
CTRL+V
lebih
dahulu kita pentaskan di Museum Adityawarman
,”
ujar Fajry

Lebih
lanjut Fajry mengatakan bahwa pertujukan ini adalah pertunjukan yang
bisa saja ditonton dan dinikmati oleh siapa saja dan dipentaskan
dimana saja.

CTRL+C,
CTRL+V

mengedepankan persoalan kebiasaan salin-tempel (copy-paste) yang
marak di kalangan remaja, terutama menyangkut banyak hal yang
berseliweran melalui layar ponsel dan komputer, seperti: trend-trend
tertentu, selera musik dan tontonan, gaya hidup, gaya berpakaian, dan
lain sebagainya, dan sayangnya seringkali disalin-tempel tanpa
terlebih dahulu menyaring perkara benar atau salah, baik atau buruk,
dan lain-lain” tutup Fajry

Selain
Fajry Chaniago sebagai sutradara dan Yunisa Dwiranda sebagai penulis
naskah, di dalam pertunjukan ini juga terlibat; Ossi Darma Desprian
sebagai penata musik, Diah Anggi Nauly Sitompul sebagai aktor, Nur
Miftah Farhanah sebagai aktor, Rany Mustika Sari sebagai aktor, Zahra
Haifa sebagai aktor, Srikandi Putri sebagai aktor, dan Yunisa
Dwiranda sebagai aktor. Sementara yang terlibat di dalam tim produksi
adalah Desi Fitriana, Erik Ade Pratama, Hamdan Almi Putra, Hilda
Ismia Putri
,
Jaka Irfander, Karta Kusumah, Nurul Fazira, Tenku Raja Ganesha, dan
juga Gazp Media terlibat sebagai tim dokumentasi.


Nan
Tumpah Masuk Sekolah

Nan
Tumpah Masuk Sekolah (NTMS) adalah program tahunan yang dilaksanakan
oleh Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) sejak tahun 2011. Bentuk
kegiatan dari program ini berupa pelatihan seni pertunjukan yang
diikuti oleh siswa sekolah terpilih dan produksi seni pertunjukan
dari KSNT yang dibawa dan dipentaskan langsung di sekolah-sekolah
menengah yang ada di Provinsi Sumatera Barat. NTMS digagas KSNT
dengan tujuan memberikan pengetahuan dasar seni pertunjukan serta
membangun apresiasi, iklim berkesenian, menjaring publik penonton
baru dari kalangan muda usia, dan memperkuat karakter siswa.

Srikandi
Putri, Pemimpin Produksi Komunitas Seni Nan Tumpah, menjelaskan,
“Penyelenggaraan Nan Tumpah Masuk Sekolah (NTMS) pada tahun 2011
sampai dengan tahun 2013 diawali dengan “Gerakan Menonton Teater
Lebih Baik Daripada Menonton Sinetron”. KSNT bekerjasama dan
berkunjung ke beberapa SMA di kota Padang, seperti SMA Ekasakti
Padang, SMA Pertiwi 1 Padang, SMA Negeri 2 Padang, SMA Adabiah 2
Padang serta SMA Negeri 3 Padang. Program NTMS kemudian bergerak ke
Kabupaten Padangpariaman pada tahun 2014, dengan menyelenggarakan
pelatihan dan membawa pertunjukan ke SMA Plus INS Kayutanam, SMA
Negeri 1 Lubuk Alung, SMK Negeri 1 Enam Lingkung serta SMA YDB Lubuk
Alung.

Selanjutnya,
pada penyelenggaraan di tahun 2015 sampai dengan 2018, KSNT konsisten
membawa isu utama soal pendidikan di Indonesia dan tekanan lingkungan
masalah siswa di sekolah menengah. KSNT menyadari telah terjadi
pergeseran kegemaran siswa terhadap televisi yang kini digantikan
oleh pesona teknologi informasi dan internet, sebab itu, “Gerakan
Menonton Teater Lebih Baik daripada Sinetron” beralih kepada
isu-isu yang berhubungan dengan dampak negatif penggunaan internet
dan ponsel yang tidak tepat guna dengan membawa program NTMS ke
beberapa sekolah yang terdapat di Kota Payakumbuh. Kota
Padangpanjang, Kota Pariaman, dan Kabupaten Padang Pariaman. Sampai
dengan penyelenggaraan ke-9 di tahun 2019, KSNT telah membawa program
NTMS ke 25 (dua puluh lima) sekolah menengah yang ada di Sumatera
Barat. [] 

 

Kabar Lainnya